JAKARTA – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, kembali menunjukkan taringnya dalam mengeksekusi program perumahan rakyat.

Menteri Perumahan RI Maruarar Sirait memimpin Evaluasi Kinerja Program Perumahan 2025 dan Program Strategis Sektor Perumahan Awal 2026″ di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Dalam acara bertajuk “Evaluasi Kinerja Program Perumahan 2025 dan Program Strategis Sektor Perumahan Awal 2026” di Jakarta, Kamis (15/1/2026), menteri yang akrab disapa Ara ini menegaskan bahwa dirinya tidak akan ragu melakukan terobosan radikal demi memangkas backlog perumahan di Indonesia.
Acara ini menjadi sangat strategis karena dihadiri oleh deretan tokoh “Kelas Berat” yang membentuk ekosistem perumahan nasional.
Di barisan depan, tampak hadir sosok kunci seperti James Riady (Founder Lippo Group), Budiarsa Sastrawinata (Direktur Ciputra), serta tokoh muda Akbar Himawan Buchari (Ketua Umum HIPMI).
Tak hanya dari kalangan pengembang raksasa, kekuatan asosiasi perumahan rakyat juga hadir melalui H. Saharuddin Ashar (Ketua DPP Appernas Jaya) dan H. Dedi Indrawan (Sekjen Apersi).
Dari sisi data dan permodalan, hadir pula Kepala BPS RI serta Direktur Utama PNM, menegaskan sinergi lintas sektor yang solid.
Kelakar ‘Ngibulin’ Presiden dan Target Ambisius
Di hadapan para tokoh tersebut, Ara sempat berkelakar mengenai pencapaian akad massal dan serah kunci rumah subsidi yang telah dua kali dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Di akad massal ini saya sempat ‘ngibulin’ Presiden Prabowo. Yang pertama di Kabupaten Bogor janjinya 25 ribu unit, realisasinya jadi 26 ribu. Yang kedua di Banten janji 50 ribu, ternyata 53 ribu unit,” ujar Ara yang disambut riuh tepuk tangan para undangan dilansir dari Media Online Rakyat Merdeka.
Efektivitas kerja yang melampaui target ini akan terus dipacu. Ara memaparkan roadmap berikutnya: Juli 2026: Akad massal di Batam (Target 60.000 unit), dan Desember 2026: Akad massal di Jawa Timur (Target 71.000 unit).
“Ini harus konkret. Semua kerja pakai target!” tegas politisi Partai Gerindra tersebut sembari menginstruksikan jajarannya untuk segera mereviu target pembangunan agar tidak hanya menjadi wacana di atas kertas.
Keberpihakan 81% Anggaran untuk Rakyat Kecil
Maruarar menegaskan komitmennya terhadap masyarakat kecil dengan mengungkap postur anggaran kementeriannya.
Dari total anggaran sekitar Rp10 triliun, lebih dari 81 persen dialokasikan langsung untuk program renovasi rumah rakyat miskin.
“Tahun ini target renovasi mencapai 400 ribu unit, melonjak tajam dari 45 ribu unit tahun lalu,” ungkapnya. Selain APBN, Ara juga mengapresiasi dukungan CSR raksasa dari korporasi seperti Lippo, Ciputra, Astra, Adaro, Barito, hingga Harum Energy, yang ia sebut sebagai donasi CSR terbesar dalam sejarah perumahan rakyat.
Lahirkan Orang Kaya Baru Tanpa Korupsi
Kepada Ketum HIPMI dan para pengusaha muda, Ara berpesan agar ekosistem perumahan menjadi ladang pertumbuhan ekonomi yang bersih. Ia mendorong lahirnya pengusaha baru di sektor ini melalui proses yang sehat.
“Tidak perlu korupsi, tidak perlu jalan pintas. Dari proses yang benar kita lahirkan orang-orang kaya baru,” cetusnya.
Ia menekankan tiga pilar keseimbangan dalam setiap kebijakan yang diambil: Pro Negara, Pro Rakyat, dan Pro Dunia Usaha.
“Ini ekosistem gotong royong. Tapi integritas harus dijaga. Tidak boleh ada terima uang atau tanah. Peran kami adalah fasilitator,” tutup Ara dengan nada tegas.
Editor : Agus Setiawan







