Kendari– Jelang perayaan Idul fitri, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Kendari terus gencar meningkatkan pengawasan terhadap pangan dan kosmetik yang beredar di pasaran.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan produk yang dikonsumsi dan digunakan masyarakat aman serta sesuai standar.
Kepala BPOM Kendari, Riyanto, saat ditemui diruang kerjanya mengatakan, bahwa pihaknya sejak memasuki bulan suci ramadhan telah melakukan pengawasan secara langsung baik di gudang, swalayan, toko, dan pasar.
Tak hanya BPOM, Riyanto juga mengaku telah melibatkan instansi terkait dalam pengawasan baik pihak kepolisian, dinas kesehatan, dinas perdagangan, dan dinas ketahanan pangan.
“Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan produk yang beredar aman dan jika ditemukan pelanggaran, akan kami tindak tegas,” ujarnya.
Selain pemeriksaan pangan di pusat perbelanjaan, BPOM juga telah menguji sampel takjil yang dijual di Bundaran Gubernur, Bundaran Tank, Mandonga, dan Jalan By Pass. Dari 80 sampel yang diuji, seluruhnya dinyatakan aman.
Untuk itu iya mengingatkan pedagang untuk tidak menggunakan bahan berbahaya seperti boraks, formalin, dan pewarna tekstil. Jika terbukti melanggar, sanksi tegas akan diberikan.
Sementara di sektor kosmetik masih dia, pengawasan difokuskan pada produk tanpa izin edar yang berpotensi mengandung zat berbahaya.
“Kami berharap agar masyarakat lebih cermat dalam memilih produk dan menghindari kosmetik ilegal yang dapat membahayakan kesehatan,”
Guna mencegah hal itu tidak terjadi, terakhir iya meminta agar masyarakat dapat melaporkan produk mencurigakan melalui kanal resmi BPOM.
Laporan : Faiz Al-Habsyi













