BOMBANA – Bupati Bombana Burhanuddin menegaskan, bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tidak akan menyalurkan beasiswa bagi mahasiswa Politeknik Bombana jika manajemen kampus tersebut masih bermasalah.
Ia menekankan bahwa operasional kampus adalah tanggung jawab yayasan, bukan pemerintah daerah.
“Jika tidak mampu membiayai operasional, ganti ketuanya! Perbaiki manajemen! Kalau tidak, saya tidak akan menyalurkan beasiswa dari pemerintah daerah,” tegasnya.
Menurutnya, sebelum Pemkab Bombana ikut membantu, pihak yayasan harus lebih dulu menyelesaikan persoalan internal mereka. Ia menolak penggunaan anggaran daerah untuk kepentingan pribadi yayasan.
“Saya tidak mau melihat mahasiswa terlantar, tetapi saya juga tidak mau uang daerah dipakai untuk kepentingan pribadi yayasan. Kita salah jika memberikan bantuan tanpa tahu bagaimana pengelolaannya. Ini yayasan pribadi, tidak bisa semua ditanggung pemerintah. Harus ada upaya dari yayasan sendiri,” katanya.
Hingga kini, pihak yayasan belum pernah berkomunikasi dengan Pemkab terkait masalah ini. Bupati menganggap bahwa ketidakhadiran komunikasi tersebut menunjukkan bahwa yayasan masih mampu menangani persoalan mereka sendiri.
“Kalau memang tidak sanggup, berhenti! Kita akan ganti manajemen yang bisa menghidupkan Politeknik ini,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa kualitas Politeknik Bombana tidak akan bisa meningkat tanpa manajemen yang baik. Bahkan, ia mengkritik kondisi di mana dosen pun tidak dibayar, tetapi masih ingin membebankan biaya operasional kepada pemerintah daerah.
“Tidak ada kampus yang bagus kalau manajemennya buruk. Kalau dosennya saja tidak bisa dibayar, lalu mau dibebankan ke Pemda, ini tidak ada hubungannya. Yayasan harus bertanggung jawab,”pungkasnya.













