Kendari – Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, mengambil langkah cepat dengan mengonsolidasikan 11 instansi strategis guna memastikan kesiapan arus mudik Idul Fitri 1447 H/2026 M di Sulawesi Tenggara.
Rapat koordinasi tersebut digelar di Kantor Balai Pelaksana Jalan Nasional Sulawesi Tenggara pada Kamis, 26 Februari 2026. Pertemuan ini membahas kesiapan infrastruktur dan sistem transportasi menjelang puncak arus mudik Lebaran.
Dalam sambutannya, Ridwan Bae menegaskan bahwa tidak boleh ada satu pun titik jalan nasional yang luput dari pengawasan.
Ia menekankan pentingnya percepatan perbaikan ruas jalan rusak, antisipasi potensi longsor dan genangan air, kesiapan alat berat, hingga pembentukan posko siaga di titik-titik rawan.
“Keselamatan dan kenyamanan masyarakat harus menjadi prioritas. Seluruh jajaran harus bekerja maksimal memastikan arus mudik berjalan lancar,” tegasnya.
Koordinasi lintas sektor ini turut melibatkan Balai Wilayah Sungai, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), otoritas bandara, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS), serta PT Jasa Raharja.
Keterlibatan seluruh instansi tersebut dinilai krusial untuk memastikan sistem transportasi darat, laut, dan udara berada dalam kondisi siap operasi serta mampu mengantisipasi potensi gangguan cuaca maupun kendala teknis lainnya.
Langkah ini menjadi bentuk pengawasan aktif DPR RI terhadap kesiapan infrastruktur di daerah, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal selama momentum Lebaran 2026.
Dengan konsolidasi lebih awal, Sulawesi Tenggara ditargetkan menghadapi arus mudik dengan infrastruktur yang lebih siap, responsif, dan terkoordinasi demi menjamin keselamatan masyarakat.











