Kendari — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyatakan dukungan penuh terhadap peran strategis Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) dalam pembangunan daerah, melalui pelaksanaan Konferensi Daerah (KONFERDA) V WKRI Dewan Pengurus Daerah (DPD) Sultra.
Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka yang berhalangan hadir, diwakili oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sultra, Iwan Susanto, yang membacakan sambutan gubernur sekaligus membuka acara KONFERDA V di Hotel Zenith, Kendari, Sabtu (10/5).
Dalam sambutannya, Iwan menegaskan bahwa KONFERDA merupakan forum strategis untuk memperkuat eksistensi WKRI sebagai organisasi masyarakat sipil yang berperan aktif dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk isu kesetaraan gender dan krisis ekologis.
“Pemerintah Provinsi memberikan apresiasi atas kontribusi nyata WKRI dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera, inklusif, dan sadar lingkungan,” kata Iwan.
Tema KONFERDA kali ini, “Peran Wanita Katolik RI pada Usia Seabad dalam Mewujudkan Kesejahteraan Bersama dan Kesadaran Ekologis”, dinilai sarat makna.
Iwan menyebutkan setidaknya ada tiga pesan moral penting: refleksi perjalanan satu abad organisasi, pengembangan program yang relevan, serta penguatan kolaborasi lintas organisasi untuk meningkatkan dampak sosial.
Pemprov Sultra juga mendorong WKRI untuk terus menjadi motor penggerak dalam bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan pelibatan perempuan dalam pembangunan daerah, sembari menanamkan nilai cinta kasih dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Presidium DPP WKRI Lusia Willar, Penasehat Rohani WKRI DPD Sultra Pastor Leonardo Kelvin Tandiayu, Ketua Presidium WKRI DPD Sultra Rita Pirade, Ketua Barisan Ansor Sultra, perwakilan OPD lingkup Pemprov Sultra, sesepuh WKRI, serta ratusan anggota WKRI dari berbagai daerah di Sultra.













