KENDARI – Sebanyak 1.966 calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkup Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) mengikuti ujian seleksi kompetensi tahap II yang berlangsung selama tiga hari, 15 hingga 17 Mei 2025, di salah satu hotel berbintang di Kota Kendari.
Dari total peserta, 1.964 orang mengikuti tes secara langsung di Kendari, sementara dua peserta lainnya mengikuti ujian dari luar daerah, yakni Bali dan Makassar.
Peserta seleksi terdiri dari tiga formasi, yaitu 1.598 tenaga teknis, 159 tenaga kesehatan, dan 209 tenaga guru. Ujian menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) dengan dua sesi pelaksanaan setiap harinya. Proses seleksi ini diawasi ketat oleh panitia untuk memastikan transparansi dan integritas pelaksanaan.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Konawe Selatan, Pujiono, mengatakan bahwa seleksi PPPK ini bertujuan menjaring aparatur sipil negara berkualitas yang dapat memperkuat kinerja birokrasi di daerah.
“Melalui seleksi ini, kita ingin mendapatkan talenta-talenta yang handal. Sistem CAT memastikan hasil murni dari kemampuan peserta,” kata Pujiono kepada wartawan di Kendari, Jumat, 16 Mei 2025.
Ia juga menegaskan bahwa proses seleksi berlangsung secara terbuka dan dapat dipantau publik melalui kanal YouTube BKN Kendari. Karena itu, ia memperingatkan peserta agar tidak mudah tergoda oleh pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.
“Jangan percaya pada pihak manapun yang mengiming-imingi kelulusan. Proses ini bersih, transparan, dan akuntabel. Nilai peserta bisa dilihat secara langsung dan real time,” ujarnya.
Terkait jumlah formasi yang akan diterima, Pujiono mengaku belum dapat memberikan kepastian karena masih menunggu petunjuk teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Untuk kuota penerimaan PPPK tahap kedua ini, kami belum bisa pastikan. Kami masih menunggu petunjuk teknis dari BKN. Yang jelas, bagi peserta yang belum terakomodasi pada tahap pertama, kami berharap bisa terjaring pada tahap kedua ini,” ujar dia.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada seleksi tahap pertama, sejumlah posisi masih kosong karena kekurangan pelamar yang memenuhi kriteria. Oleh karena itu, seleksi tahap kedua menjadi peluang penting untuk mengisi formasi yang belum terpenuhi.







