KONAWE SELATAN – Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Kabupaten Konawe Selatan resmi terbentuk. Kehadiran organisasi buruh ini menjadi harapan baru bagi para pekerja untuk mendapatkan perlindungan, kepastian hukum, serta ruang perjuangan yang lebih kuat dalam menghadapi berbagai persoalan ketenagakerjaan.
Ketua SBSI Konawe Selatan, Afdhal, menegaskan bahwa SBSI tidak akan sekadar menjadi organisasi formalitas, melainkan hadir sebagai alat perjuangan pekerja untuk memastikan hak-hak buruh dihormati dan dilindungi.
“Masih banyak pekerja yang menghadapi persoalan ketenagakerjaan, mulai dari ketidakjelasan status kerja, persoalan upah, hingga ancaman PHK sepihak. SBSI hadir untuk berdiri bersama pekerja dan memastikan hak-hak mereka tidak diabaikan,” tegas Afdhal.
Menurutnya, SBSI Konawe Selatan akan fokus pada empat agenda utama perjuangan, yakni perlindungan hukum dan advokasi bagi pekerja yang mengalami pelanggaran hak, memperjuangkan kesejahteraan melalui upah yang layak dan jaminan sosial, mendorong penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara maksimal, serta memperkuat kebebasan berserikat sebagai instrumen penting dalam hubungan industrial.
Afdhal menilai, pekerja tidak boleh dibiarkan berjuang sendiri ketika menghadapi persoalan dengan perusahaan. Karena itu, SBSI akan hadir memberikan pendampingan, membangun solidaritas, dan menjadi jembatan komunikasi yang konstruktif antara pekerja, perusahaan, dan pemerintah.
“Kami tidak anti investasi dan tidak anti perusahaan. Namun kami menolak segala bentuk praktik yang merugikan pekerja. Hubungan industrial yang sehat hanya bisa terwujud jika hak dan kewajiban kedua belah pihak dijalankan secara seimbang,” katanya.
Terbentuknya SBSI Konawe Selatan juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif pekerja bahwa berserikat merupakan hak yang dijamin undang-undang. Dengan organisasi yang kuat, pekerja memiliki posisi tawar yang lebih baik dalam memperjuangkan hak, kesejahteraan, dan masa depan mereka.
“Sudah saatnya buruh menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar objek produksi. SBSI Konawe Selatan akan menjadi rumah perjuangan bagi seluruh pekerja yang menginginkan keadilan, kepastian, dan kesejahteraan,” tutup Afdhal.








