KENDARI — Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menyambut kunjungan kerja Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Republik Indonesia, Ahmad Riza Patria, di Koperasi Merah Putih, Kelurahan Kadia, Minggu pagi, 25 Mei 2025.
Turut mendampingi dalam penyambutan tersebut Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, serta jajaran Pemerintah Kota Kendari.
Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda nasional untuk memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program percepatan pembentukan koperasi kelurahan, sesuai Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025.
Pemerintah menargetkan seluruh kelurahan di Indonesia memiliki koperasi aktif sebelum peringatan Hari Koperasi Nasional pada 12 Juli 2025.
Dalam sambutannya, Wali Kota Siska menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kendari dalam mendukung penguatan koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan di tingkat kelurahan.
Ia menyebut, kehadiran Wamendes menjadi dorongan moral sekaligus bentuk perhatian dari pemerintah pusat terhadap pembangunan ekonomi berbasis komunitas.
“Kehadiran Bapak Wakil Menteri menjadi kehormatan sekaligus motivasi besar bagi kami. Ini menunjukkan bahwa pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap penguatan ekonomi komunitas di daerah,” ujar Siska.
Ia juga memaparkan sejumlah langkah konkret yang telah diambil Pemerintah Kota Kendari, termasuk peluncuran Kartu UMKM Maju—sebuah kartu multifungsi yang dapat digunakan melalui mesin EDC untuk memudahkan pelaku UMKM dalam mengakses layanan keuangan dan program pembinaan.
Wamendes Ahmad Riza Patria mengapresiasi langkah dan inovasi yang dilakukan Pemerintah Kota Kendari.
Ia menyebut Koperasi Merah Putih Kadia sebagai salah satu model percontohan nasional dalam pengembangan koperasi kelurahan berbasis pemberdayaan masyarakat.
“Koperasi ini menjadi model penting yang mengedepankan inklusivitas dan partisipasi masyarakat.
Saya akan menyampaikan langsung kepada Presiden agar inisiatif seperti ini direplikasi di daerah lain,” ujar Riza.
Koperasi Merah Putih Kadia dibentuk melalui Musyawarah Kelurahan Khusus (Muskelsus), yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk RT/RW, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, pemuda, serta kelompok perempuan.
Inisiatif ini dianggap sebagai bentuk praktik demokrasi ekonomi di tingkat lokal yang patut dicontoh.
Kunjungan Wamendes ini sekaligus menjadi penanda penting bagi Kendari dalam mempercepat pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis komunitas, sejalan dengan agenda nasional pemerataan pembangunan desa dan kelurahan.








