Kendari, – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kendari Drs. Asmar M.Si menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung oleh pemerintahan Prabowo-Gibran.
Meskipun program MBG telah dialihkan ke BGN, terdapat irisan dalam sasaran kedua lembaga tersebut. MBG menargetkan anak sekolah, balita, dan ibu hamil, sementara BKKBN lebih fokus pada upaya pencegahan stunting melalui Gerakan Orang Tua Asuh dengan sasaran utama anak di bawah dua tahun dan ibu hamil.
“Kami telah berkomunikasi dengan perwakilan BGN beberapa hari lalu. Dari hasil konsultasi, sekitar 10% dari sasaran BGN juga termasuk dalam program BKKBN, terutama keluarga berisiko stunting,” ujarnya, Jumat 7 Maret 2025.
Meskipun belum ada kerja sama resmi, kedua lembaga telah membangun komunikasi untuk menyelaraskan program. BKKBN berharap dapat berkontribusi dengan menyediakan data keluarga berisiko stunting agar program MBG lebih tepat sasaran.
“Kami berharap BGN dapat menggunakan data yang dimiliki BKKBN. Dengan begitu, sasaran program dapat lebih terarah dan berdampak maksimal dalam upaya pencegahan stunting di Indonesia,” tambahnya.
Ke depan, BKKBN dan BGN diharapkan dapat menjalin kerja sama yang lebih erat dalam implementasi program MBG guna meningkatkan gizi masyarakat dan menekan angka stunting di Tanah Air.
Laporan : Zulkarnain













