Bombana – Pemerintah Kabupaten Bombana menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor ekonomi rakyat, khususnya pengembangan usaha garam rakyat di wilayah pesisir.
Hal ini ditandai dengan kehadiran langsung Bupati Bombana H. Burhanuddin dan Wakil Bupati Bombana Ir. H. Ahmad Yani dalam kegiatan panen garam di Desa Wumbulasa, Kecamatan Kabaena Utara, Rabu (9/4).
Kegiatan panen garam bersama ini dihadiri pula oleh sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, camat, kepala desa, tokoh masyarakat, serta para petani garam.
Kehadiran kepala daerah di tengah masyarakat penggarap tambak garam disambut hangat dan menjadi simbol nyata perhatian pemerintah terhadap ekonomi berbasis potensi lokal.
Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menyampaikan bahwa pengembangan industri garam rakyat harus menjadi bagian dari agenda strategis pemerintah daerah dalam memperkuat kemandirian ekonomi desa, khususnya di wilayah pesisir yang memiliki potensi lahan tambak garam yang luas dan produktif.
“Panen garam hari ini bukan hanya seremonial, tetapi simbol komitmen kita untuk membangun ekonomi dari bawah. Kita ingin tambak garam seperti di Wumbulasa ini menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang berkelanjutan,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati Bombana menegaskan bahwa Pemkab akan terus mendorong intervensi kebijakan yang berpihak pada pelaku usaha garam rakyat, mulai dari pendampingan teknis, penyediaan sarana produksi, hingga membuka akses pasar yang lebih luas.
Sementara itu, Wakil Bupati Ahmad Yani menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam mengembangkan sektor garam. Menurutnya, produk garam rakyat dari Bombana memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar regional, bahkan nasional, apabila dikelola dengan baik dan mendapat dukungan teknologi serta manajemen usaha yang tepat.
Desa Wumbulasa sendiri dikenal sebagai salah satu sentra produksi garam rakyat di Kabaena Utara.
Lahan tambak garam yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat setempat terbukti mampu menjadi sumber penghasilan utama bagi banyak keluarga.
Dalam beberapa tahun terakhir, produksi garam mengalami peningkatan, seiring membaiknya infrastruktur dan perhatian pemerintah daerah.
Panen kali ini menjadi bukti bahwa dengan kerja keras dan dukungan dari pemerintah, masyarakat desa mampu menghasilkan produk berkualitas dan bernilai ekonomi tinggi.
Tak hanya sebagai sumber penghasilan, pengembangan garam juga mendorong pertumbuhan ekonomi desa, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan pangan serta industri lokal.
Kepala Desa Wumbulasa Zufardin dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan harapannya agar pemerintah terus memberikan dukungan nyata, termasuk dalam hal pelatihan pengolahan, sertifikasi produk, dan pembangunan gudang penyimpanan garam agar kualitas produk tetap terjaga hingga ke tangan konsumen.
Melalui Dinas Kelautan dan Perikanan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Pemkab Bombana telah menyiapkan sejumlah program strategis untuk mendorong hilirisasi produk garam rakyat.
Termasuk di antaranya fasilitasi alat produksi, penguatan koperasi garam rakyat, serta promosi melalui pameran dan kerja sama antar daerah.
“Ke depan kita ingin agar Bombana bisa menjadi lumbung garam di Sulawesi Tenggara, bahkan nasional. Kita akan perkuat branding, kualitas, dan tata niaga agar usaha garam rakyat kita naik kelas,” tegas Bupati Burhanuddin.
Kegiatan panen garam ini ditutup dengan dialog singkat antara pimpinan daerah dan warga penggarap tambak, sebagai bentuk komunikasi dua arah dan evaluasi langsung terhadap tantangan yang dihadapi masyarakat di lapangan.
Dengan semangat kolaborasi dan perhatian nyata dari pemerintah, masyarakat Desa Wumbulasa berharap bahwa usaha garam rakyat dapat terus tumbuh dan menjadi penopang utama ekonomi lokal yang tangguh dan berkelanjutan.













