Baubau – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Baubau, Hj Aryati Yusran, mengajak seluruh jajaran TP PKK untuk memperkuat peran keluarga sebagai pondasi utama dalam membangun masyarakat yang sehat, mandiri, dan berdaya saing.
Hal ini disampaikannya dalam acara Pengukuhan Ketua TP PKK dan Pengurus TP PKK/Pembina Posyandu Kota Baubau serta Pelantikan Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Baubau Masa Bakti 2025–2030, yang digelar di Aula Kantor Wali Kota Baubau, Palagimata, Rabu, 28 Mei 2025.
Dalam sambutannya, Hj Aryati menekankan bahwa keluarga merupakan unit terkecil sekaligus ujung tombak dalam pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.
Oleh karena itu, seluruh program TP PKK diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat.
“Program-program TP PKK Kota Baubau harus mampu menjangkau isu-isu strategis, mulai dari peningkatan kesehatan, akses pendidikan, hingga pemberdayaan perempuan dalam penguatan ekonomi keluarga,” ujar Hj Aryati.
Ia juga menambahkan, pengurus TP PKK yang baru dikukuhkan harus berkomitmen untuk bekerja secara kolaboratif dan konsisten dalam menjalankan program.
“PKK adalah mitra strategis pemerintah daerah. Perannya sangat vital dalam membantu menjangkau masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.
Kita harus memperkuat sinergi antar lembaga demi mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” tuturnya.
Hj Aryati mengajak seluruh pengurus dan kader untuk menjadikan TP PKK sebagai agen perubahan sosial.
“Mari kita jadikan tim penggerak PKK sebagai inspirator di tengah masyarakat.
Kunci keberhasilan terletak pada kolaborasi antara pemerintah, pengurus, dan masyarakat,” katanya.
Promosi Produk Lokal Baubau hingga Mancanegara
Sebagai Ketua Dekranasda Kota Baubau, Hj Aryati juga menegaskan pentingnya peran Dekranasda dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya lokal melalui sektor kerajinan.
Ia menyebut, kerajinan bukan hanya tentang melestarikan tradisi, melainkan juga sebagai instrumen penting dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).
“Pengembangan kerajinan daerah harus menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di Baubau.
Produk-produk lokal kita memiliki nilai budaya dan potensi pasar yang besar.
Tugas kita adalah membawa potensi itu menembus pasar nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Menurutnya, Dekranasda Kota Baubau harus menjadi fasilitator yang aktif dalam membina, mempromosikan, dan membuka akses pasar bagi para pengrajin lokal.
“Sudah saatnya produk lokal Baubau naik kelas dan menjadi identitas kebanggaan daerah di mata dunia,” tutupnya.













