Bombana – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bombana dalam memperkuat program pembangunan keluarga kembali ditegaskan melalui Pertemuan Bimbingan Terpadu Gelombang I Tahun 2025 yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Rabu (30/4/2025) di Hotel Rahmat.
Kegiatan ini melibatkan seluruh Kepala UPTD Balai Penyuluh KB dari 22 kecamatan se-Bombana, masing-masing didampingi satu staf, sebagai bagian dari penguatan sistem pelaksana Program Bangga Kencana di tingkat akar rumput.
Kepala DPPKB Bombana, Drs. H. Abdul Azis, M.Si., yang memimpin langsung pertemuan ini, menyoroti bahwa Dana Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) tahun 2025 mengalami peningkatan signifikan. Hal ini menyusul masuknya program-program strategis seperti Dapur Sehat Atasi Stunting (Dahsyat), yang ditujukan sebagai intervensi gizi berbasis keluarga.
“Berbeda dari tahun lalu, tahun ini pencairan dana BOKB harus menunggu proses dari pusat. Namun justru karena itu, pemahaman teknis dan kesiapan pelaksana menjadi kunci agar program tidak jalan di tempat,” tegas H. Abdul Azis.
Pertemuan ini bukan hanya ajang sosialisasi kebijakan, tetapi juga forum pembekalan teknis terhadap pelaksanaan kegiatan yang dibiayai BOKB.
Salah satunya program Dahsyat yang menyasar kelompok rentan—seperti ibu hamil, ibu balita, calon pengantin, dan balita usia 0–23 bulan—dengan pelatihan mengolah pangan lokal bergizi secara mandiri dan berkelanjutan.
DPPKB juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan tenaga gizi di lapangan, agar intervensi tidak sekadar administratif, tapi tepat sasaran dan berbasis data lokal.
“Seluruh pelaksana di tingkat kecamatan harus satu arah dalam memahami strategi besar Bangga Kencana 2025. Tanpa itu, kita akan kehilangan daya dorong dalam menurunkan stunting dan membangun keluarga yang tangguh secara ekonomi dan sosial,” tambah Irna Rochatiningrum, S.TP., MM., salah satu pejabat teknis DPPKB.
Tak hanya itu, seluruh bidang di DPPKB Bombana turut memaparkan evaluasi program tahun sebelumnya dan menyampaikan strategi teknis tahun berjalan, mulai dari perencanaan, operasional lapangan, hingga pemantauan dampak kegiatan.
Pertemuan ini diharapkan menjadi titik tekan bagi penguatan peran UPTD KB sebagai motor penggerak program keluarga berkualitas di Kabupaten Bombana, sekaligus menjawab tantangan nyata di lapangan dengan pendekatan yang adaptif, inklusif, dan berbasis kolaborasi.







